Minggu, 01 Januari 2012

Belum Ada Judul

Aku takkan pernah bertanya..MENGAPA
Aku takkan pernah bertanya KENAPA
kucoba untuk terima apa adanya..
Kehadiranmu anugerah buatku
kepentinganmu bagiku bagai udara yang kuperlu

meski aku terluka. Kecewa. Dan tersiksa
kujadikan hanya santapan jiwa
bukan aku bodoh ataupun gila
cuma ini yang aku ada..cinta setiaku bukan hanya di atas pentas dunia.

Aku hanya sebutir pasir yang terhempas di pesisir..
Kering dan kerdil..
Setiaku takkan pernah berakhir..
Cintaku takkan pernah tersingkir..
Yakinku takkan pernah hancur..
Doaku takkan pernah lentur..

Kiranya masih diberi kekuatan..
Biar aku bertahan.. KARENA TAKDIR ADALAH SEGALANYA.

Hitam Belum Gelap
30 April 2011


p.s : puisi ini dikirim ke inbox fb.ku disabtu pagi yang mendung. jujur, waktu baca puisi ini saya sedikit terharu. bukan apa-apa, tapi karena ini puisi pertama yang dikirimkan seseorang untuk saya selama saya hidup. thanks, kak Yudi :)

Tutup Tahun

Penghujung 2011, pesta kembang api di Kota Manokwari. Kota Injil penuh kenangan. Malam ini benar-benar bertabur kembang api. Asap-asap sisa letusan kembang api begitu menyengat. Kota ini seperti akan ikut meledak bersamaan dengan suara petasan dan kembang api itu. Yang kutakutkan hanya satu, pada saat yang sama, kita tidak bisa membedakan ledakan petasan kah atau sesuatu yang membahayakan kah untuk kita?
Malam ini, seluruh penjuru kota, bahkan di sudut-sudut kota kecil ini pun riuh menyambut tahun baru 2012. Walaupun rintik-rintik hujan turut andil menyertai malam yang meriah ini, tapi tidak mengurangi antusiasme warga Manokwari untuk ikut turun ke jalan merayakan malam pergantian tahun ini.

Tapi.. Jika boleh meminta, saya mohon hentikan suara gaduh itu. Hentikan suara petasan dan kembang api yang membahana itu. Euforia perayaan tahun baru benar-benar membuat saya seperti ingin mati saja. Kenapa tidak ledakkan saja kota ini? Sejenak saya berpikir, untuk apa perayaan semacam itu? Bukankah lebih baik jika malam tahun baru kita lewati dengan ngumpul bersama keluarga, membuat hidangan yang lezat, kita nikmati bersama, duduk sambil menceritakan resolusi masing-masing, introspeksi diri. Kembali harus kutuliskan kata 'tapi'. Tapi... Semua orang punya cara masing-masing. Itu cara mereka, silahkan. Saya hanya menyuarakan sedikit kegelisahan saya akhir-akhir ini.

***
Bicara tentang pergantian tahun. The biggest thing that happened in 2011 adalah tepat pada perayaan Natal, December 25th, 2011 saya sempat tak sadarkan diri selama beberapa jam dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut DR. Azhar Zahir, Manokwari. Setelah menjalani tes lab, hasilnya, saya terinfeksi Plasmodium falciparum ++, dan kekurangan sel darah merah (Hb) atau Anemia. Penyakit itu benar-benar menyiksa saya. Bersyukur, setelah 4 hari menjalani perawatan intensif di rumah sakit, kesehatan saya berangsur pulih, dan bisa kembali ke rumah walaupun dengan keadaan tubuh yang masih sangat lemah. Tapi tak apa, suatu kesyukuran hingga detik ini saya masih bisa menghirup dan menghembuskan napas (gratis) hehe...

Sampai saat saya menulis note ini, keadaan saya masih terbilang buruk. Tapi saya masih terus berdoa, semoga esok lebih baik. Untuk saya dan untuk orang-orang yang saya cintai.
I'll always love you all, until the time stopped my breath. Yup, I promise, saya akan selalu mendoakan kebaikan untuk kalian, sampai tiba saat saya benar-benar harus berhenti berdoa, dan tenang dalam tidur panjang yang damai di sisi Allah SWT.


innaa
11:20pm December 31st, 2011.