Minggu, 20 April 2014

Jeda Bagi Perjalanan

Belum berakhir, tapi kita butuh jeda bagi perjalanan. Kita butuh sedikit ruang di mana kita diharuskan untuk saling melupakan sejenak. Untuk saling tidak memandang, untuk saling tidak bertegur sapa. Untuk saling menjauh dari kehidupan masing-masing. Saya percaya, ini hanya sebuah fase kehidupan yang harus kita jalani dengan baik. Saya percaya akan ada kebahagiaan di akhir cerita, walaupun ini bukan cerita dongeng.  Bukankah kita tidak boleh berhenti berharap, selama kita masih percaya adanya Tuhan? Akan selau ada akhir yang baik bagi jiwa yang bersabar, akan ada akhir yang bahagia bagi orang-orang yang percaya. Karena, ketika kita berfikir bahwa kita bahagia, maka kita akan bahagia, sesulit apapun keadaan itu. Percayalah..
Semuanya akan baik-baik saja.
Jika saat ini kita berpisah, kita berjalan di arah yang berbeda, saya percaya kelak kita akan bertemu lagi dalam keadaan yang lebih baik. Kita memang tidak bisa kembali seperti dulu, tapi tentu saja semua sudah jauh lebih baik dibanding saat terakhir kita saling mengucap selamat tinggal, kan?
Jika kita pernah saling melupakan, bukankah pertemuan kembali akan membuat kita saling mengingat lagi. Bukan, bukan mengingat perasaan kita dulu. Tapi mengingat dalam arti sebenarnya, kamu melihat saya, lalu kamu akan mencoba menggali ingatan tentang siapa yang ada di hadapan kamu saat itu. Lalu kamu akan mengingat, bahwa saya adalah salah satu kawan lama kamu. Itu jauh lebih baik, kan?
Lalu kita akan duduk menikmati senja sambil menyesap secangkir kopi hitam kesukaanku, atau segelas susu kesukaanmu, mungkin. Lalu kita akan bercerita tentang apa saja.. tentang perjalanan kita setelah berpisah, mungkin. Tentang pekerjaan kita.. tentang apa sajalah yang telah terlewatkan untuk kita bagi. Bahkan kita bisa saling bercerita tentang kehidupan rumah tangga kita, jika memang masing-masing dari kita telah menemukan dan ditemukan. Kamu menemukan tulang rusukmu, dan saya ditemukan oleh pemilik saya. Sejatinya, tidak ada yang benar-benar berakhir di antara kita, sekeras apapun kamu menyangkal. Karena ketika kita telah memulai untuk saling mengenal, maka tidak akan ada yang berakhir. Kematianpun tidak akan mengakhiri itu, karena bukan kah kamu bersedia mengantarkan saya ke tempat terakhir saya jika kelak saya yang harus menghadap-Nya lebih dulu, kan? karena saya akan melakukan itu untuk kamu, jika keadaan sebaliknya yang terjadi.
Ini hanya jeda bagi perjalanan, percayalah, ini belum berakhir.
Kampung Bugis, 17 Juni 2013

Risna_

PERUBAHAN


“Perubahan pasti terjadi, dan tidak ada yang dapat menentang perubahan itu,” begitulah kira-kira penggalan monolog tokoh Fahri dalam Novel Ayat-Ayat Cinta, ketika akan pindah dari flat sederhananya ke rumah mewah Aisyah setelah pernikahan mereka. Tapi di sini, saya tidak akan membahas tentang isi novel itu kok. Saya hanya ingin sharing tentang isi kutipan itu..
Saya setuju, sadar atau ga sadar pasti akan ada perubahan yang terjadi dalam hidup kita. Entah itu berubah lebih baik, atau malah semakin buruk –naudzubillah.. tapi gini, terkadang ya.. saya merasa takut jika sudah menyangkut tentang perubahan. Entahlah. Mungkin saya takut keluar dari zona nyaman saya –yang bahkan sebenarnya sama sekali ga nyaman. Saya takut keluar dari suasana ini. Takut mengira-ngira apa yang akan terjadi.. sanggupkah saya menghadapi perubahan itu. Padahal kalau mau lebih cerdas, saya tentu tahu, Allah enggak akan ngasih cobaan diluar batas kemampuan makhluk-Nya. Begitupun jika benar-benar akan ada perubahan besar yang terjadi yang akan memberi guncangan hebat untuk saya.
Sejujurnya saya takut kehilangan. Entah itu something ataukah someone.. karena saya yakin, jika ada yang berubah, maka semua ga akan lagi sama. Sebenarnya saya ga benar-benar kehilangan sih, karena mereka akan tetap ada di sekitar saya. Dan tentu saja di hati dan fikiran saya. Hanya saja, mungkin mereka hadir dengan cara yang berbeda. Kalau sudah begitu, siapa yang ga takut? Ga bisa bercanda seperti hari kemarin –contohnya.. ga bisa melakukan apa yang biasa kita lakukan.. benar-benar situasi yang ga nyaman. Tapi mau ga mau, sadar ga sadar, semua pasti akan terjadi. Tinggal bagaimana kita menyikapinya sih..
Oh ya, katanya, life is all about choices ya? Tapi bagaimana jika sebenarnya kita ga pernah punya pilihan? Perubahan, contohnya. Terkadang kita ga ingin ada yang berubah ketika kita sudah merasa nyaman dengan sebuah situasi yang menyenangkan. Tapi kenapa, tanpa kita mau, tanpa kita minta, tanpa kita pilih, semua akan berubah perlahan-lahan.. jika sudah begitu, masih bisakah kita mengatakan bahwa hidup adalah pilihan? Bahkan, mati pun ga pernah jadi pilihan, tapi pasti akan terjadi.
So, hidup bukan pilihan. Hidup adalah jalan menuju kematian. Yang penuh dengan pilihan adalah proses hidup. Bagaimana cara kita mengumpulkan bekal di kehidupan lain setelah ini. I guess. Dan, tidak memilihpun adalah pilihan.
Salam hangat,
Risna J

KAMU

Bicara tentang cinta memang ga ada habisnya ya? Cinta.. cinta.. cinta.. kita rapalkan berulang-ulang hingga kata itu ga lagi bermakna. Tapi……….. saya ga akan pernah berhenti (sampai Tuhan yang menghentikannya) mencintai  kamu. You know me so well lah, saya ga akan bisa dengan mudah melupakan orang yang pernah –bahkan masih- saya cintai, apalagi jika orang itu masih berseliweran di sekitar saya –seperti kamu saat ini.

Kamu tau? Benar saya cinta sama kamu, sayang sama kamu, lebih besar dibandingkan dulu saat kita masih ada dalam satu ikatan yang kita namakan pa-ca-ran, tapi, saya ga pernah menuntut apa-apa sama kamu. Bahkan untuk sekedar kamu tahu bahwa saya masih menyimpan perasaan sedalam ini pun ga.. saya ga ingin kamu terbebani dengan hadirnya saya yang tiba-tiba menjelma menjadi seorang secret admirer setelah kamu tinggalkan. Saya ga ingin kamu tahu bahwa saya belum bisa move on dan pada akhirnya hanya bisa memilih menasbihkan diri menjadi seorang pecinta diam-diam, setelah ga lagi punya kesempatan untuk mencintai kamu secara terang-terangan. Saya ga ingin merubah keadaan ini menjadi lebih buruk.

Saya takut, takut kamu sadar tentang semua ini –tentang perasaan saya- dan akhirnya kamu menjaga jarak, bahkan hal terburuknya adalah kamu menghilang dari dunia saya. Kamu tau? Selama kamu masih dalam jangkauan jarak pandang saya, itu sudah lebih dari cukup. Melihat kamu ga kekurangan suatu apapun. Melihat kamu tersenyum. Melihat kamu baik-baik saja.. semua sudah lebih dari cukup. Cukup untuk membuat saya ikut tersenyum, cukup untuk membuat perasaan saya baik-baik saja.

Menunggu. Menunggu kamu. Ribuan kali saya yakinkan dalam hati, bahwa menunggu kamu bukanlah sesuatu yang sia-sia. Mencoba menampik kenyataan.. kenyataan bahwa kamu sebenarnya ga akan datang. Selama apapun saya menunggu. Karena kamu, memang ga menginginkann saya lagi. Ga ingin kembali pada kubangan air mata. Ga ingin kembali mengorek luka lama. Ga ingin kembali pada gadis biasa yang ga berarti ini.. saya tau itu. Tapi, saya ga akan menyerah, sekalipun pada harapan –yang ternyata.. kosong. Harapan tetaplah harapan, kita ga pernah tahu akankah ia jadi kenyataan ataukah hanya akan teronggok mati lalu ga berarti lagi. Satu yang pasti, saya masih menyayangi kamu.

Pungguk akan tetap merindukan bulan.

 

Kampung Bugis, 06 Mei 2013

_Risna

Kamis, 04 April 2013

Move On???


Manokwari, 04 Februari 2013

Karena hidup banyak cerita...
***

Awal September 2012
Pertemuan pertama kita setelah beberapa tahun tidak bertemu, sejak saya pindah SMA ke Makassar. Saya masih ingat, saat bersih-bersih kamu ngikutin saya. Sengaja buang sampah di depan saya, tau.. yang lagi diospek harus nurut sama senior. Well, saat tau pelaku utamanya itu kamu, jadi rasa jengkel. Dikerjain teman sendiri. Gak nyangka bakal ketemu kamu sih.. lalu semua berjalan biasa saja. Biasa..

Hari Jum’at yang entah tanggal berapa..
Saya dan teman-teman bingung nyari kelas agama di mana. Huh nasib...
Hari Senin berikutnya...
Kebetulan pagi itu ketemu kamu, saya akhirnya tanya sama kamu, kamu bilang biasanya belajar di fakultas sendiri kok. Terus, kamu minta nomer hp, alasannya karena BlackBerry-mu lagi rusak. Pagi itu juga kamu sms, saya masih ingat isinya, Hai.. Lg apa? Irsyad. Lalu semuanya berlanjut, semakin dekat. Sorenya, kamu nembak. Gila ya kamu...

14 September 2012
Bina Rimbawan. Banyak hal-hal baru yang saya dapat. Dapat perhatian lebih dari  kak Ronald dan kak Anna. Disuruh nulis surat cinta buat kak Ronald, dipaksa buat jadi pacarnya.. hah.. semuanya jadi terasa indah, bukan karena siapa-siapa, tapi sejak saat itu kita semakin dekat. Malam itu, untuk pertama kalinya saya manggil kamu pake, Sayang.. kamu bilang, rasanya semua masalah jadi ga berarti apa-apa kalo saya bilang sayang ke kamu. haha lebay ya?

15 September 2012
Capek. Udah ga ada tenaga buat melanjutkan kegiatan, tapi nanggung. Udah hari terakhir. Napak tilas, menguras tenaga. Hari itu kamu datang ke kampus, sampai sore. Sorenya kamu bawa air minum buat saya, kamu bilang, “tidak usah minum cantik, cepat sudah.” Pas lagi nyiram tanaman di halaman kampus, kamu dan teman-temanmu datang, saya diledekin, kamu Cuma senyum malu-malu seperti saya hahaha. Lalu kamu pulang, ga pamit langsung, saya agak marah, tapi tiba-tiba kamu sms, “saya pulang dulu, ya..”

16 September 2012
Akhirnya, kembali ke rumah setelah tiga hari nginap di kampus dengan segala keterbatasan. Sampai rumah langsung luluran, shampo-an, gosokin badan sampai kinclong lagi deh..

18 September 2012
Kita udah sayang-sayang.an di sms. Tanpa status. Kamu minta kejelasan, nerima apa ga? Malam itu saya mau nerima kamu, tapi saya berubah fikiran dan bilang ke kamu, “Jadiannya diundur sampai besok saja ya?”  alasannya ya karena hari itu, seharian saya badmood, dan saya ga mau moment sepenting ini dinodai dengan kata BAD. aneh ya.. hahaha

19 September 2012
Pengen ngucapin, “Welcome to my life, Irsyad.” Hari jadian kita nih wkwkwkwk bahagia rasanya bisa jadi pacar kamu.

Oktober 2012
Semua terasa indah, semakin hari semakin sayang sama kamu. saya lupa tepatnya tanggal berapa, tapi bulan Oktober kita bikin KTP bareng di Kantor Distrik. Kamu masih ingat ga, saya nungguin kamu lamaaaaaa sekali soalnya saya selesai duluan. Kamu sms nyuruh pulang, saya bilang iya tapi ternyata tetap nungguin kamu di parkiran. Ingat ga? Kamu nganterin saya pulang, dengan motor masing-masing tentunya, terus di depan Depot Pertamina Sanggeng kamu tiba-tiba pelanin motor terus teriak,” Risna, I love youuu.” Ih malu.
Saya memang pelupa. Akut nih pikunnya. Tapi saya ga pernah lupa, di siang berhujan bulan Oktober kamu meminjamkan jaket abu-abumu di parkiran kampus kita. Jaket itu, wangiiiiiiiiiiii sekali. Kamu ga tau kan, sampai rumah, jaket itu saya sembunyikan di lemari. Tumpukan paling bawah dari lipatan baju-baju saya, walaupun agak sedikit basah. Tau kenapa? Biar wanginya menyebar ke semua baju-baju saya hahahaha

9 Desember 2012
Kita break. Entah karena alasan apa. Di saat saya lagi benar-benar jatuh cinta sama kamu, di saat saya benar-benar ingin bersama kamu, kamu malah bilang, “Jenuh.”
KECEWA!

12 Desember 2012
Kamu datang lagi. Bilang, kangeeenn. Rasanya... bahagia :D

29 Desember 2012
Semua berjalan seperti biasa. Semua baik-baik saja. Kita masih saayang-sayangan. Cinta-cintaan. Malam itu kita benar-benar lebih mesra dari biassanya.. sampai di penghujung malam, kita memutuskan untuk BERPISAH.

01 Januari 2012
HAPPY NEW YEAR 2013 yeiiyyyy :D

Awal Januari 2013
Lupa tanggal berapa, tapi malam itu saya benar-benar merindukan kamu. tiba-tiba ada pesan masuk, dari kamu. kamu bilang, kamu masih merindukan saya. Benarkah?

Beberapa hari setelahnya..
Kita sms-an. Kangen-kangenan, sayang-sayangan. Tapi semua ga merubah apa-apa karena malam itu kita akhiri dengan perdebatan kecil. Benar-benar tidak bisa bersatu lagi kah kita, Sayang?

Pertengahan Januari 2013
LOST KOMUNIKASI. Semoga kamu selalu sehat, dan baik-baik saja. Saya kangen kamu.

17 Januari 2013
Kembali ke kampus setelah sekian lama libur. Bayar SPP. Ketemu kamu di loket. Dagdigdug. Salting. Ga tahu harus bagaimana. Saya gemetaran. Saat lihat kamu tertawa bersama teman-teman kamu, ada rasa senang terselip di balik rasa cemas yang tiba-tiba melanda. Saya akhirnya tau, kamu baik-baik saja. Paling tidak, terlihat dari tubuhmu yang semakin berisi saja. Bahagia kah kamu dengan perpisahan kita? Saya kurusan lho.. By the way, pulangnya saya sempat ngurung diri di kamar, pengen nangis rasanya. Sedih, karena kamu cuek. Saya invisible ya? Sampai kamu lewat gitu aja tanpa menyapa? Atau senyum, atau apapun yang membuat saya merasa kalo saya ada di situ dan kamu tidak sedang membutakan mata. Untungnya ada Dion yang meluk saya saat itu, nenangin dan bilang, “everythings gonna be fine, Cuma butuh sedikit waktu untuk terbiasa dengan keadaan seperti ini.”

18 Januari 2013
MY BIRTHDAY!!!!!! UYYYEEEEEEEE ADA YANG TAMBAH TUA WOII AHAHAHAHA seharian jalan sama Sela :D

28 Januari 2013
Dapat Kartu Hasil Studi. Alhamdulillah, dapat 5 nilai A, 2 nilai B, dan satu nilai C, IPK 3.50, walaupun pada akhirnya ada perbaikan yang sampai saat ini belum saya terima hasilnya. Siang itu, sempat ngobrol sama kamu. kamu manggil nama saya, dan rasanya bahagiaaaaaaaaaaaaaaa tak terkira hahaha lebay ya? Biarin.. tapi, kecewa lihat nilai kamu yang ada nilai D di entah mata kuliah apa.. kamu, kenapa? Semester yang lalu-lalu kamu ga pernah seburuk ini. Hmm... Well, saya akhirnya sadar satu hal, masih ada rindu dalam manik matamu, saya bisa lihat itu. Saya benarr, kan?. Berada di sampingmu –lagi, membaui wangimu yang begitu kurindukan, rasanya ingin menghirup semua udara yang bercampur dengan wangi dan nafasmu untuk kubawa pulang ke rumah, kusimpan dalam botol kaca untuk sesekali kunikmati lagi ketika rindu meradang.

Hari ini.... 04 Februari 2013
Ngampus pagi-pagi. Sepi. Ga ada kamu. hampa L

05 Februari 2013
Libur... hmm

06 Februari 2013
Masih libur.. bakalan kangen berat sama kamu nih.. J

07 Februari 2013
I’m sick! Ya Rabb, penghapusan dosa-dosakah ini? Semoga..

09 Februari 2013
Nyuci. Padahal masih sakit. Sorenya, mama papa bertengkar lagi dan saya ngurung diri di kamar. Malamnya, sebelum tidur kembali buka sms ucapan met bobok dari kamu tahun lalu... Sayang, saya kangen kamu.... akhirnya nulis catatan di bawah ini deh,,
Selalu berfikir. Pernah ga kamu mikirin saya? Kangen saya? Mengenang kebersamaan kita yang pernah kita lewati, yang begitu manis untuk dikenang, setidaknya, untuk saya. Kamu ga tau kan? Setiap malam sebelum tidur, kegiatan rutin saya adalah membaca sms ucapan met bobok dari kamu yang kamu kirim di 2012 kemarin.. saya baca, saya nikmati, seakan-akan sms itu baru saja kamu kirimkan. Seakan-akan kamu masih memanggilku sayang.. kamu juga ga tau kan? Foto kamu, yang sempat saya hapus, susah payah saya cari lagi, lalu saya jadikan wallpaper di hp dan nbku. Kamu ga tau kan? Betapa frustasinya saya ketika BlackBerry saya rusak dan semua foto kamu yang belum sempat saya simpan di tempat yang aman jadi hilang. Dan kamu juga ga tau, setiap buka akun facebook dan twitter yang pertama saya cari adalah timeline kamu. melihat ada kabar apa darimu. Walaupun kadang akhirnya saya harus tertunduk lesu, ketika ga ada updetan apa-apa. By the way, ketika adik kamu mengupdate status, dia lagi makan disuapin sama kamu, rassanya jadi iri.... pengen disuapin sama kamu juga hahaha :D Dear.... kamu ga pernah tau kan? Setiap sms-an sama Immank bahasannya ya Cuma kamu sampai bikin dia misuh-misuh dan bosan lalu mundur teratur hahaha
Kamu ga tau kan? Saya ga suka sama jadwal kuliah semester ini, kita banyakan ga ketemunya.
Oh iya, kamu juga ga tau.. beberapa kali di lampu merah Sanggeng saya di belakang kamu. memandang punggungmu.. mengikuti ke mana laju  motormu, lalu penguntit-anku akan berakhir di seberang jalan gang masuk ke kompleksmu.
Kamu ga tau, setiap punya kesempatan untuk memandangmu.. memandang punggungmu dari kejauhan sekalipun, saya memandang dengan penuh rasa rindu.. penuh rasa sayang..
Kamu ga tau kan? Setiap melewati warung lesehan tempat favorit kamu saya selalu memelankan laju motor, melirik, berharap ada kamu di sana, dan menyapa saya. Tapi ternyata, ga pernah ada kamu di antara sekian banyak pengunjung yang datang. Ke mana kamu? bukannya dulu, kamu selalu makan di tempat itu?
Kamu ga tau, saya sangat merindukan kamu..
WELL, KAMU BAHKAN GA AKAN PERNAH TAU, BETAPA INGINNYA SAYA MEMELUK KAMU, SEKALI SAJA, JIKA DIIZINKAN. INGIN MEMBAUI LAGI AROMA KHASMU... UNTUK YANG TERAKHIR, MUNGKIN...

Kampung Bugis, 09 FEBRUARI 2013

RISNA J

10 Februari 2013
Happy Sunday :D  pagi ini bangun telat dan ga dapat subuh, sediiihhhh :’(

11 Februari 2013
Hari pertama masuk kelas Klimatologi. Oh, mata kuliah yang cukup menguras otak deh sepertinya.. hmmm... Kata Sela, kamu nitip salam. Really? OMG. *pingsan* Wa’alaikum salam, sayang.. hahahahha :D saya curiga Tuhan benar-benar menyampaikan salam rinduku yang selalu kutitipkan dalam setiap sujudku. terima kasih Tuhan J

Siangnya....
1 Pesan Masuk
Heiii
From : Irsyad
11/02/2013 12:30:12 PM

Hah??? Dari kamu kah itu? Ya Allah... terima kasih.. hahahha :D maaf, tidak segera saya balas karna lagi sibuk. Baru balas beberapa jam kemudian. Finally, kamu udah ga balass, walaupun saya ga terlalu berharap untuk kamu jawab lagi pesan singkatku.. tapi tetap saja, saya masih sering dadigdug setiap ada pesan masuk yang ternyata bukan dari kamu. Hahaha :D seperti ini kah orang yang lagi jatuh cinta? Tapi kenapa jatuh cintanya masih sama kamu, bukan yang lain??

13 Februari 2013
Hari ini.. terkesan membosankan. Tapi ada satu part yang cukup menyenangkan. Main gaplek sama teman-teman di pintu masuk gedung kuliah. Oh ya, dan ada satu part lagi yang ingin saya bahas lebih jauh, tapi pada catatan yang lain. Tentang akhwat-akhwat yang sering saya temui di Masjid Amban.
Hmm, balik dari masjid, saya ketemu kamu di parkiran. Kamu senyum, terus mendekat ke saya, ngobrol sebentar lalu pamit pulang. Tapi, ada sesuatu yang berbeda. Saya kok tidak merasakan apa-apa lagi ya? Saya tidak sesenang dulu. Saat itu saya mencoba memikirkan semuanya, memikirkan apapun agar bisa menggali perasaan saya agar terlihat senang bisa ngobrol sama kamu, tapi saya tidak menemukan satu bagianpun yang membuat saya jadi berbunga-bunga. Tidak ada. semuanya jadi sangat hambar. Tanpa rasa... entah ya, tapi mungkin ini efek dari terlalu lelah menunggu kamu. dulu, saya sangat ingin kamu balik ke kehidupan saya, paling ga, jadi teman. Tapi apa? Kamu menghindari saya. Entah apa yang kamu fikirkan tentang saya sampai kamu menjauh hingga sejauh itu. Ah, ya sudahlah. Mungkin mulai hari ini saya akan berhenti untuk bercerita tentang kamu. saya tidak lagi punya rangkaian kata untuk menceritakan tentang perasaan saya ke kamu. maafkan saya, bukan ingin melupakan kamu tapi saya hanya ingin menata hidup dan menjalani hari-hari yang lebih baik tanpa kamu, Sayang..
Selamat tinggal, Icad J semoga kita tetap jadi teman dan melupakan semua rasa yang pernah ada.

14 Februari 2013
Datang sepagi itu ke kampus dan hasilnya? Harus menunggu di depan pintu gerbang karena gerbang masih terkunci.

18 Februari 2013
Lembur bikin draft novel. Project dengan Immank. Capek tapi menyenangkan. Menulis itu menyenangkan karena kita bisa jadi Tuhan dan melakukan apa saja sama tokoh-tokoh yang kita ciptakan. Paling tidak dengan menulis cerita ini, saya merasa bahagia karena cinta yang saya inginkan bisa saya dpat walaupun hanya dalam dunia imaji saya hahahah
By the way, dari pagi sampai sore kuliah full dan yeah capek bangettt. Hari ini, banyak yang sms pengen kenalan lah, tanya-tanya pacarlah, tapi maaf saya belum ingin membuka hati lagi. Jika boleh jujur, saya masih menginginkan mantan saya, Icad. Tapi..... entahlah. Saya tidak ingin membahas ini lagi. Sulitnya, semakin tidak ingin saya bahas, dia semakin kuat di ingatan. Kalau saja saya bisa hilang ingatan, minimal bisa ngelupain dia yang ingin saya lupain.. oh Dear....

01 Maret 2013
Selamat datang, Maret. Berharap sih, bulan ini ada sesuatu yang spesial yang terjadi. Paling tidak, sesuatu yang membuat hidup saya tidak monoton lagi seperti yang sudah-sudah.. hmhh, jujur, tidak tau kenapa malam ini saya benar-benar galau. Galau karena rindu. Rindu sama mantan. Mantan yang namanya Irsyad kampret yang tidak pernah mau lepas dari ingatan!!!!!! Setiap hampir berhasil hilangkan namamu di seeeemuuuuuuuuuaaaaa bagian hari-hari sya, tiba-tiba kamu datang lagi, Cuma sebentar. Cuma menghadirkan rindu, lalu pergi, tanpa mau bertahan lebih lama lagi, paling tidak, mari kita melepas rindu dulu. Kalau kamu tidak rindu, pinjamkan ragamu sebentar saja untuk saya nikmati, untuk mengobati rasa rindu yang berbulan-bulan saya pendam!!!! Irsyaaaaaaddddddddd,,, ko benar-benar buat saya mati perlahan. MATI RASA.

05 Maret 2013

1 Pesan Masuk...
Ina kita balikan sdh ya ..
From: Irsyad
05/03/2013 08:02:46 PM

Inginnya langsung jawab, Iyaaaa saya mau :D tapi... ada banyak hal yang harus saya pertimbangkan. Salah satunya adalah.. saya takut banyak ketidakcocokan yang akan membuat kita berpisah lagi, menata hati setelah perpisahan adalah hal paling berat yang harus saya jalani. Icad.. saya bingung harus bagaimana sekarang. Saya sayang sama kamu, tapi belum bisa untuk kembali mengikat hati kita dalam suatu hubungan seperti dulu. Saya merasa enjoy dengan kehidupan yang sekarang.. memelihara rindu.. memandang dengan penuh rasa cinta.. saya menikmati saat-saat itu. Menikmati setiap getar-getar yang kamu hadirkan ketika kita punya kesempatan untuk bertegur sapa. Saya menikmati semuanya, menikmati cinta dalam diam
By the way, terima kasih.. telah memberi saya satu kesempatan untuk mengungkapkan apa yang selama ini saya pendam. Kalaupun kita tidak ditakdirkan untuk bersama lagi, paling tidak saya tidak akan merasa terbebani telah membiarkan waktu mementahkan kata yang tidak sempat terucapkan.. dan sekali lagi, terima kasih, masih menyimpan kenangan kita di tempat terindah dalam hatimu..

06 Maret 2013
Hari ini, ragu untuk menyapa kamu.. akhirnya pengabaian yang saya berikan. Maafkan saya. Maaf.. di depan kelas, pagi tadi.. ingin sekali rasanya menyapa kamu tapi saya ragu. Toh kamu juga cuek. Atau saya mulai invisible lagi??
Kamu kenapa??????? Malam ini tidak sms lagi? Sudah menyerah? Sampai di sini saja kah kita? Padahal, saya beharap banyak sama kamu.

07 Maret 2013
Hari ini kamu pake batik. Keren. Saya jadi membayangkan tentang sebuah acara formal, di mana ada kamu dan saya, kita memakai sepasang baju batik, seperti yang sering saya lihat di majalah, batik couple.. saya bertanya-tanya, apakah saat itu kita akan terlihat serasi? Atau malah sebaliknya?
Well, membayangkan itu saya jadi ingin tertawa. Menertawakan bagaimana rempongnya saya, jika seandainya benar-benar harus mengenakan batik dengan dandanan ala ibu-ibu. Hahahaha :D

09 Maret 2013
Pernah dengar, Uji Nyali? Itu, salah satu acara televisi untuk menantang perserta seberapa besar nyalinya untuk berdiam diri beberapa menit di tempat-tempat keramat, sendirian. Tau kan? Nah.. malam ini saya juga ikut uji nyali, panitianya Immank, pesertanya saya. Bedanya, uji nyali kami tidak berbekal kamera, dan bukan di tempat keramat. Tapi di kamar masing-masing, dengan bekal handphone dan pulsa tentunya :D tantangannya bukan berdiam diri menantang setan. Tapi misuh-misuh gelisah menantang penyakit dispenser ahahhaa :D oke abaikan. Immank menantang saya untuk sms kamu duluan. Oke, saya setuju. Saya akhirnya memberanikan diri mengirim pesan singkat dengan modal, Heii.. dan akhirnya berlanjut sampai beberapa sms. Kamu ga tau kan? Bagaimana rempongnya saya, hanya untuk sekedar menyusun kata-kata yang intinya ingin bertanya, bagaimana keadaanmu sekarang. Huh..
Setelah hampir tiba di penghujung malam, saya kembali memikirkan apa yang baru saja terjadi. Saya itu, bingung dan tidak mengerti dengan jalan pikiranmu. Jika punya kesempatan untuk ngobrol berdua, mungkin hal yang paling ingin saya tanyakan ke kamu adalah.. kenapa kamu selalu tarik ulur perasaan saya? Kenapa kamu selalu membuat saya melayang, lalu tiba-tiba tanpa aba-aba kamu menghempaskannya begitu saja? Icad.. mungkin ini adalah hal terbodoh dan paling tidak keren yang pernah saya lakukan, dan tidak akan saya ulangi lagi. Saya tidak akan membuat diri saya menjadi seperti seorang yang benar-benar mengenaskan seperti ini lagi.
Intinya, saya menyesal. Tapi bersyukur, karena menyesal telah melakukannya. Bukan menyesal karena tidak pernah mencobanya..
Mungkin sudah saatnya untuk benar-benar melupakan kamu, dan membuka hati untuk orang lain. J Semoga hari-hari berikutnya saya bisa menjalani hari-hari yang lebih baik, dan tidak perlu melihat kamu lagi. Karena cara terbaik untuk melupakan adalah, tidak menemukan kamu di mana pun. Tidak dalam dunia realita, tidak juga dalam dunia imaji.. terima kasih, telah menjadi tokoh utama dalam beberapa ceritaku. Terima kasih. Karena kamu, saya menghasilkan beberapa karya. Sekali lagi, terima kasih. By the way, gantungan kunci yang kamu berikan dulu, tidak saya kembalikan, atau saya buang bersama kenangan tentang kamu, maaf tapi saya ingin menyimpannya. Karena hanya gantungan itu satu-satunya benda yang membuat saya merasa tenang jika membawanya ke mana-mana, selain Mushafku, tentunya. Oh ya, terima kasih juga telah meminjamkan Diktat Dendrologi, untuk saya copy. Sangat berguna. Dan, catatan di sudut atas di lembar terakhir itu, saya mengabadikannya dalam bentuk foto :D karena entah benar atau tidak saya merasa, itu sengaja kamu tuliskan untuk saya. Sebagai motivasi untuk tetap semangat, mungkin. Inginnya sih, tetap menyimpan diktat itu, tapi saya tau kelak kamu membutuhkan itu. Jadi saya kembalikan. Kamu mau tau? Buku kamu, wangiiii sekali. Setiap malam sebelum belajar, diktat itu adalah benda pertama yang akan saya buka, walaupun tidk ada MK dendrologi di hari berikutnya. Iseng saja sih, sebenarnya. haha
Titip salam buat adik kamu ya.., Isti Lestari, gadis manis yang manja J jaga dia, dia sedang dalam masa labil. Jadilah pendengar yang baik jika dia ada masalah, dia hanya butuh didengarkan kok. Tetap jadi kakak yang baik untuk Isti.
Dan.... sampaikan salamku juga pada Milly, dan ular-ularmu yang lain yang belum sempat kamu kenalkan ke saya. (nulis bagian ini, saya bergidik, benar-benar geli membayangkan reptil-reptilmu itu.)
Well, saya akan mengakhiri cerita ini. Diibaratkan ini adalah sebuah buku, maka ini adalah lembar terakhir. Saya tidak akan melanjutkan ini ke buku yang lain. Mungkin akan ada buku baru nantinya, tapi bukan tentang kamu lagi. Selamat tinggal, Irsyad J

Kampung Bugis, 09 Maret 2013

Salam hangat,
Risna J
.................................................................SELESAI................................................................................

Minggu, 01 Januari 2012

Belum Ada Judul

Aku takkan pernah bertanya..MENGAPA
Aku takkan pernah bertanya KENAPA
kucoba untuk terima apa adanya..
Kehadiranmu anugerah buatku
kepentinganmu bagiku bagai udara yang kuperlu

meski aku terluka. Kecewa. Dan tersiksa
kujadikan hanya santapan jiwa
bukan aku bodoh ataupun gila
cuma ini yang aku ada..cinta setiaku bukan hanya di atas pentas dunia.

Aku hanya sebutir pasir yang terhempas di pesisir..
Kering dan kerdil..
Setiaku takkan pernah berakhir..
Cintaku takkan pernah tersingkir..
Yakinku takkan pernah hancur..
Doaku takkan pernah lentur..

Kiranya masih diberi kekuatan..
Biar aku bertahan.. KARENA TAKDIR ADALAH SEGALANYA.

Hitam Belum Gelap
30 April 2011


p.s : puisi ini dikirim ke inbox fb.ku disabtu pagi yang mendung. jujur, waktu baca puisi ini saya sedikit terharu. bukan apa-apa, tapi karena ini puisi pertama yang dikirimkan seseorang untuk saya selama saya hidup. thanks, kak Yudi :)

Tutup Tahun

Penghujung 2011, pesta kembang api di Kota Manokwari. Kota Injil penuh kenangan. Malam ini benar-benar bertabur kembang api. Asap-asap sisa letusan kembang api begitu menyengat. Kota ini seperti akan ikut meledak bersamaan dengan suara petasan dan kembang api itu. Yang kutakutkan hanya satu, pada saat yang sama, kita tidak bisa membedakan ledakan petasan kah atau sesuatu yang membahayakan kah untuk kita?
Malam ini, seluruh penjuru kota, bahkan di sudut-sudut kota kecil ini pun riuh menyambut tahun baru 2012. Walaupun rintik-rintik hujan turut andil menyertai malam yang meriah ini, tapi tidak mengurangi antusiasme warga Manokwari untuk ikut turun ke jalan merayakan malam pergantian tahun ini.

Tapi.. Jika boleh meminta, saya mohon hentikan suara gaduh itu. Hentikan suara petasan dan kembang api yang membahana itu. Euforia perayaan tahun baru benar-benar membuat saya seperti ingin mati saja. Kenapa tidak ledakkan saja kota ini? Sejenak saya berpikir, untuk apa perayaan semacam itu? Bukankah lebih baik jika malam tahun baru kita lewati dengan ngumpul bersama keluarga, membuat hidangan yang lezat, kita nikmati bersama, duduk sambil menceritakan resolusi masing-masing, introspeksi diri. Kembali harus kutuliskan kata 'tapi'. Tapi... Semua orang punya cara masing-masing. Itu cara mereka, silahkan. Saya hanya menyuarakan sedikit kegelisahan saya akhir-akhir ini.

***
Bicara tentang pergantian tahun. The biggest thing that happened in 2011 adalah tepat pada perayaan Natal, December 25th, 2011 saya sempat tak sadarkan diri selama beberapa jam dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut DR. Azhar Zahir, Manokwari. Setelah menjalani tes lab, hasilnya, saya terinfeksi Plasmodium falciparum ++, dan kekurangan sel darah merah (Hb) atau Anemia. Penyakit itu benar-benar menyiksa saya. Bersyukur, setelah 4 hari menjalani perawatan intensif di rumah sakit, kesehatan saya berangsur pulih, dan bisa kembali ke rumah walaupun dengan keadaan tubuh yang masih sangat lemah. Tapi tak apa, suatu kesyukuran hingga detik ini saya masih bisa menghirup dan menghembuskan napas (gratis) hehe...

Sampai saat saya menulis note ini, keadaan saya masih terbilang buruk. Tapi saya masih terus berdoa, semoga esok lebih baik. Untuk saya dan untuk orang-orang yang saya cintai.
I'll always love you all, until the time stopped my breath. Yup, I promise, saya akan selalu mendoakan kebaikan untuk kalian, sampai tiba saat saya benar-benar harus berhenti berdoa, dan tenang dalam tidur panjang yang damai di sisi Allah SWT.


innaa
11:20pm December 31st, 2011.

Selasa, 07 Juni 2011

अलोने....


merasa sendiri di tengah keramaian.. sepi.. diam , bergeming. ketika sunyi kemudian semakin bertahta. sesak itu semakin terasa. ada rindu yang terpendam, yang semakin menguar di tengah kesunyian.. aku rindu...