“Perubahan pasti terjadi, dan tidak
ada yang dapat menentang perubahan itu,” begitulah kira-kira penggalan
monolog tokoh Fahri dalam Novel Ayat-Ayat Cinta, ketika akan pindah dari flat
sederhananya ke rumah mewah Aisyah setelah pernikahan mereka. Tapi di sini,
saya tidak akan membahas tentang isi novel itu kok. Saya hanya ingin sharing
tentang isi kutipan itu..
Saya setuju, sadar atau ga sadar pasti akan ada perubahan yang
terjadi dalam hidup kita. Entah itu berubah lebih baik, atau malah semakin
buruk –naudzubillah.. tapi gini, terkadang ya.. saya merasa takut jika sudah
menyangkut tentang perubahan. Entahlah. Mungkin saya takut keluar dari zona
nyaman saya –yang bahkan sebenarnya sama sekali ga nyaman. Saya takut keluar
dari suasana ini. Takut mengira-ngira apa yang akan terjadi.. sanggupkah saya
menghadapi perubahan itu. Padahal kalau mau lebih cerdas, saya tentu tahu,
Allah enggak akan ngasih cobaan diluar batas kemampuan makhluk-Nya. Begitupun
jika benar-benar akan ada perubahan besar yang terjadi yang akan memberi
guncangan hebat untuk saya.
Sejujurnya saya takut kehilangan. Entah itu something ataukah
someone.. karena saya yakin, jika ada yang berubah, maka semua ga akan lagi
sama. Sebenarnya saya ga benar-benar kehilangan sih, karena mereka akan tetap
ada di sekitar saya. Dan tentu saja di hati dan fikiran saya. Hanya saja,
mungkin mereka hadir dengan cara yang berbeda. Kalau sudah begitu, siapa yang
ga takut? Ga bisa bercanda seperti hari kemarin –contohnya.. ga bisa melakukan
apa yang biasa kita lakukan.. benar-benar situasi yang ga nyaman. Tapi mau ga
mau, sadar ga sadar, semua pasti akan terjadi. Tinggal bagaimana kita
menyikapinya sih..
Oh ya, katanya, life is all about choices ya? Tapi bagaimana jika
sebenarnya kita ga pernah punya pilihan? Perubahan, contohnya. Terkadang kita
ga ingin ada yang berubah ketika kita sudah merasa nyaman dengan sebuah situasi
yang menyenangkan. Tapi kenapa, tanpa kita mau, tanpa kita minta, tanpa kita
pilih, semua akan berubah perlahan-lahan.. jika sudah begitu, masih bisakah
kita mengatakan bahwa hidup adalah pilihan? Bahkan, mati pun ga pernah jadi
pilihan, tapi pasti akan terjadi.
So, hidup bukan pilihan. Hidup adalah jalan menuju kematian. Yang
penuh dengan pilihan adalah proses hidup. Bagaimana cara kita mengumpulkan
bekal di kehidupan lain setelah ini. I guess. Dan, tidak memilihpun adalah
pilihan.
Salam
hangat,
Risna
J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar