Minggu, 20 April 2014

PERUBAHAN


“Perubahan pasti terjadi, dan tidak ada yang dapat menentang perubahan itu,” begitulah kira-kira penggalan monolog tokoh Fahri dalam Novel Ayat-Ayat Cinta, ketika akan pindah dari flat sederhananya ke rumah mewah Aisyah setelah pernikahan mereka. Tapi di sini, saya tidak akan membahas tentang isi novel itu kok. Saya hanya ingin sharing tentang isi kutipan itu..
Saya setuju, sadar atau ga sadar pasti akan ada perubahan yang terjadi dalam hidup kita. Entah itu berubah lebih baik, atau malah semakin buruk –naudzubillah.. tapi gini, terkadang ya.. saya merasa takut jika sudah menyangkut tentang perubahan. Entahlah. Mungkin saya takut keluar dari zona nyaman saya –yang bahkan sebenarnya sama sekali ga nyaman. Saya takut keluar dari suasana ini. Takut mengira-ngira apa yang akan terjadi.. sanggupkah saya menghadapi perubahan itu. Padahal kalau mau lebih cerdas, saya tentu tahu, Allah enggak akan ngasih cobaan diluar batas kemampuan makhluk-Nya. Begitupun jika benar-benar akan ada perubahan besar yang terjadi yang akan memberi guncangan hebat untuk saya.
Sejujurnya saya takut kehilangan. Entah itu something ataukah someone.. karena saya yakin, jika ada yang berubah, maka semua ga akan lagi sama. Sebenarnya saya ga benar-benar kehilangan sih, karena mereka akan tetap ada di sekitar saya. Dan tentu saja di hati dan fikiran saya. Hanya saja, mungkin mereka hadir dengan cara yang berbeda. Kalau sudah begitu, siapa yang ga takut? Ga bisa bercanda seperti hari kemarin –contohnya.. ga bisa melakukan apa yang biasa kita lakukan.. benar-benar situasi yang ga nyaman. Tapi mau ga mau, sadar ga sadar, semua pasti akan terjadi. Tinggal bagaimana kita menyikapinya sih..
Oh ya, katanya, life is all about choices ya? Tapi bagaimana jika sebenarnya kita ga pernah punya pilihan? Perubahan, contohnya. Terkadang kita ga ingin ada yang berubah ketika kita sudah merasa nyaman dengan sebuah situasi yang menyenangkan. Tapi kenapa, tanpa kita mau, tanpa kita minta, tanpa kita pilih, semua akan berubah perlahan-lahan.. jika sudah begitu, masih bisakah kita mengatakan bahwa hidup adalah pilihan? Bahkan, mati pun ga pernah jadi pilihan, tapi pasti akan terjadi.
So, hidup bukan pilihan. Hidup adalah jalan menuju kematian. Yang penuh dengan pilihan adalah proses hidup. Bagaimana cara kita mengumpulkan bekal di kehidupan lain setelah ini. I guess. Dan, tidak memilihpun adalah pilihan.
Salam hangat,
Risna J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar