Minggu, 20 April 2014

KAMU

Bicara tentang cinta memang ga ada habisnya ya? Cinta.. cinta.. cinta.. kita rapalkan berulang-ulang hingga kata itu ga lagi bermakna. Tapi……….. saya ga akan pernah berhenti (sampai Tuhan yang menghentikannya) mencintai  kamu. You know me so well lah, saya ga akan bisa dengan mudah melupakan orang yang pernah –bahkan masih- saya cintai, apalagi jika orang itu masih berseliweran di sekitar saya –seperti kamu saat ini.

Kamu tau? Benar saya cinta sama kamu, sayang sama kamu, lebih besar dibandingkan dulu saat kita masih ada dalam satu ikatan yang kita namakan pa-ca-ran, tapi, saya ga pernah menuntut apa-apa sama kamu. Bahkan untuk sekedar kamu tahu bahwa saya masih menyimpan perasaan sedalam ini pun ga.. saya ga ingin kamu terbebani dengan hadirnya saya yang tiba-tiba menjelma menjadi seorang secret admirer setelah kamu tinggalkan. Saya ga ingin kamu tahu bahwa saya belum bisa move on dan pada akhirnya hanya bisa memilih menasbihkan diri menjadi seorang pecinta diam-diam, setelah ga lagi punya kesempatan untuk mencintai kamu secara terang-terangan. Saya ga ingin merubah keadaan ini menjadi lebih buruk.

Saya takut, takut kamu sadar tentang semua ini –tentang perasaan saya- dan akhirnya kamu menjaga jarak, bahkan hal terburuknya adalah kamu menghilang dari dunia saya. Kamu tau? Selama kamu masih dalam jangkauan jarak pandang saya, itu sudah lebih dari cukup. Melihat kamu ga kekurangan suatu apapun. Melihat kamu tersenyum. Melihat kamu baik-baik saja.. semua sudah lebih dari cukup. Cukup untuk membuat saya ikut tersenyum, cukup untuk membuat perasaan saya baik-baik saja.

Menunggu. Menunggu kamu. Ribuan kali saya yakinkan dalam hati, bahwa menunggu kamu bukanlah sesuatu yang sia-sia. Mencoba menampik kenyataan.. kenyataan bahwa kamu sebenarnya ga akan datang. Selama apapun saya menunggu. Karena kamu, memang ga menginginkann saya lagi. Ga ingin kembali pada kubangan air mata. Ga ingin kembali mengorek luka lama. Ga ingin kembali pada gadis biasa yang ga berarti ini.. saya tau itu. Tapi, saya ga akan menyerah, sekalipun pada harapan –yang ternyata.. kosong. Harapan tetaplah harapan, kita ga pernah tahu akankah ia jadi kenyataan ataukah hanya akan teronggok mati lalu ga berarti lagi. Satu yang pasti, saya masih menyayangi kamu.

Pungguk akan tetap merindukan bulan.

 

Kampung Bugis, 06 Mei 2013

_Risna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar